Rasulullah SAW bersabda:

“sesungguhnya berpagi hari atau berpetang hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan segala isinya.”

Sebahagian ahlul ‘ilmi ada yang mengertikan bahawa: Barangsiapa yang berangkat pagi hari ke masjid, maka dia berada di jalan Allah; barangsiapa yang berangkat petang hari ke masjid maka dia berada di jalan Allah; barangsiapa yang mempersiapkan seorang yang akan berperang, maka dia berada di jalan Allah; dan barangsiapa yang mengucapkan kalimat yang berguna bagi kaum mujahidin, maka dia berada di jalan Allah.

Barangsiapa yang tidak mampu berjihad dengan dirinya hendaklah ia berjihad dengan hartanya. Barangsiapa yang tidak mampu berjihad dengan hartanya, hendaklah ia berjihad dengan lisannya, iaitu dengan memuji jihad dan menyebarkan pujian mati syahid di berbagai majlis pertemuan dan mencela kekafiran dan para pelakunya serta orang-orang komunis dan kaum atheis.

Barangsiapa yang tidak mampu berjihad dengan lisannya, hendaklah ia berjihad dengan hatinya, iaitu dengan melakukan niat yang baik dalam hal tersebut seraya berjihad melawan hawa nafsunya.

Pernah ditanyakan kepada Ibnu Taimiyah saat ia mendaki gunung di Damaskus: “Mengapa engkau mendaki gunung dan menuruninya?” Ia menjawab kurang lebih seperti berikut: “Aku membayangkan seakan-akan musuh menyerang kami, lalu aku bermaksud untuk mempersiapkan diri guna menghadapinya.”

Inilah yang disebut dengan bisikan hati untuk melakukan jihad.
Mereka bertanya kepada Khalid bin Walid: “Kesenangan apakah yang paling besar menurutmu?” Khalid bin Walid menjawab: “Demi Allah, sesungguhnya kesenangan paling besar yang aku alami adalah pada suatu malam yang kualami dalam perang Yarmuk. Saat itu aku terbangun pada malam hari dan ternyata semua pasukan tertidur dengan lelapnya kerana penat dan lelah yang mereka alami. Aku membangunkan isteriku dan kukatakan kepadanya, “Mahukah engkau menjalani suatu malam dari malam-malam syurgawi di jalan Allah?’ Isteriku menjawab, “Ya”. Kukatakan kepadanya, “Kalau begitu, bangunlah marilah kita jaga pasukan ini.” Ia pun bangun dan kami mengambil air wudhu pada malam yang dingin itu. Tiada yang mengetahui betapa dinginnya malam itu, kecuali hanya Allah, sedangkan seluruh pasukan saat itu menyelimuti diri mereka dengan kain selimutnya masing-masing. Selanjutnya aku bangkit menjaga pasukan dan langit menurunkan air hujannya kepada kami, maka aku sibuk menyelimuti tubuh sebahagian teman-temanku dengan kain selimut dan kain penutupnya masing-masing. Demi Allah, menurut penilaianku, tiada suatu malam pun yang lebih indah dan lebih menyenangkan bagiku di dunia ini, selain malam itu.” Ini sebahagian liputan yang telah dihimpun oleh Bukhari dalam kitab shahihnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Adakah orang-orang berjaga-jaga untuk syurga, kerana sesungguhnya syurga itu, demi Tuhan yang diriku berada dalam genggaman kekuasaanNya, adalah gedung yang putih, cahaya yang bertaburan, air yang mengalir dan bunga yang putih”

Wallahu’alam bishowab

 

(Cambuk hati, Shaykh Dr ‘Aidh bin Abdullah Al Qorni, IBS, 2004)

About these ads