عن أبي نعامة أن عبد الله بن مغفل سمع ابنه يقول اللهم إني أسألك القصر الأبيض عن يمين الجنة إذا دخلتها فقال أي بني سل الله الجنة وتعوذ به من النار فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إنه سيكون في هذه الأمة قوم يعتدون في الطهور والدعاء

Dari Abi Ni’aamah ia berkata : Bahwasannya Abdullah bin Mughaffal mendengar anaknya berdoa : Ya Allah, jika aku masuk surga nanti, aku mohon kepada-Mu istana putih yang bertempat di sebelah kanan surga”.

Lalu Abdullah bin Mughaffal berkata : “Wahai anakku, mintalah surga dan berlindunglah dari api neraka. Ake pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya akan ada suatu kaum dari umat ini yang berlebihan dalam bersuci dan dalam berdoa” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 96, Ibnu Majah nomor 3864, dan lain-lain. Saya (Syaikh Salim Al-Hilaly) katakan : “Hadits ini hadits shahih”].

عن أبي نعامة عن بن سعد أنه قال سمعني أبي وأنا أقول اللهم إني أسألك الجنة ونعيمها وبهجتها وكذا وكذا وأعوذ بك من النار وسلاسلها وأغلالها وكذا وكذا فقال يا بني إني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول سيكون قوم يعتدون في الدعاء فإياك أن تكون منهم إن أعطيت الجنة أعطيتها وما فيها وإن أعذت من النار أعذت منها وما فيها من الشر

Dari Abi Ni’aamah dari Ibnu sa’ad ia berkata : Ayahku mendengarku ketika aku berdoa : “Ya Allah aku memohon kepada-Mu kenikmatan, keindahan surga, dan ini dan itu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari api neraka, rantai-rantai neraka, belenggu-belenggu neraka, dan ini itu”. Lalu ayahku berkata : “Wahai anakku, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Akan ada suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berdoa”. Janganlah sampai kamu termasuk golongan mereka. Apabila kamu dianugerahi surga, maka kamu akan diberikan semua yang ada di dalamnya, dan apabila kamu dijauhkan dari api neraka berarti kamu akan dijauhkan dari segala kejelekan yang ada di dalamnya” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 1480 dan saya (Syaikh Salim Al-Hilaly) katakan : “Hadits ini hadits shahih”].

Kandungan Hadits :

1. Haram hukumnya berlebihan dalam berdoa sebab ini termasuk katagori melampaui batas dan Allah tidak suka terhadap orang-orang yang melampaui batas.

2. Diantara contoh berlebih-lebihan dalam berdoa :

a. Meminta sesuatu yang dilarang dan diharamkan Allah terhadap hamba-Nya semasa di dunia, sebagaimana yang diminta Bani Israil kepada Musa :

فَقَالُوَاْ أَرِنَا اللّهِ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ

“’Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata’. Maka mereka disambar petir karena kedhalimannya”. (QS. An-Nisaa’ : 153).

b. Mengangkat suara (mengeraskannya) ketika berdoa sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah ta’ala :

ادْعُواْ رَبّكُمْ تَضَرّعاً وَخُفْيَةً إِنّهُ لاَ يُحِبّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-A’raaf : 55).

3. Berlebihan dalam memohon sesuatu secara terperinci.

=====selesai=======

Ditulis kembali oleh Abu Al-Jauzaa’ dari :

موسوعة المناهي الشرعية; تأليف : سليم بن عيد الهلالي; دار ا بن عف ان; الطبعة الأولى
{Edisi Indonesia : Ensiklopedi Larangan, PIS Cet. I 2006}.