Dipetik dari buku ‘Jadilah Wanita yang bahagia’, Shaykh Dr ‘Aidh Al Qarni

  “Kuhibur diri ini dengan berbagai harapan yang kunanti, alangkah sempitnya hidup ini bila tanpa harapan yang luas”

  Manusia itu adalah cermin bagi manusia yang lain. Apabila seseorang berakhlaq baik dalam pergaulannya dengan mereka, mereka pun akan membalasnya dengan berakhlaq baik pula kepadanya. Dengan demikian akan menjadi tenang dan gembiralah jiwa dan hatinya dan akan menjadi baiklah keadaannya kerana dia hidup dalam masyarakat yang berteman dengannya.

  Apabila seseorang berakhlaq buruk lagi keras hatinya, dia akan mendapati orang lain bersikap buruk, kesal dan keras terhadapnya. Barangsiapa yang tidak menghormati orang lain, maka mereka pun tidak akan menghormatinya.

  Orang yang berakhlaq baik akan lebih berhasil dalam meraih ketenangan hidup dan lebih terhindar dari kecemasan, ketegangan dan berbagai gejala yang menyakitkan. Selain itu, berakhlaq baik merupakan ibadah kepada Allah SWT dan termasuk hal yang sering dianjurkan dalam agama Islam untuk dilakukan. Allah SWT telah berfirman, “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang yang mengerjakan ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS 7: 199)

  Allah SWT telah berfirman untuk menggambarkan akhlaq RasulNya: “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Oleh kerana itu, maafkanlah mereka; mohonkanlah ampun bagi mereka; dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan ini, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya” (QS 3 : 159)

  Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling baik akhlaqnya diantara kalian iaitu mereka yang selalu bersikap rendah hati lagi menyukai orang lain dan mereka menyukainya. Sesungguhnya orang yang paling kubenci diantara kalian adalah orang-orang yang berjalan ke sana ke mari, mengadu domba, memecah belah hubungan antara orang-orang yang saling mengasihi, lagi selalu mencari cari kelemahan orang-orang yang tidak bersalah.”

  “Gembiralah dengan hidup ini kerana hidup ini indah dan jadikanlah ia sebagai hamparan untuk setiap kebaikan”

 

  (Jadilah Wanita yang bahagia, ‘Aidh bin Abdullah Al Qarni, IBS, 2004)