Rahsia-rahsia di Sebalik Dosa…Tapi jangan melakukan Dosa

(La Tahzan. DR Aidh Al-Qarni. Hal 282)

Menurut para ahli ilmu, dosa itu ibarat label (pengenal) bagi seseorang hamba.  Ada banyak rahsia di balik dosa setelah pertaubatan.  Diantaranya, dapat menghilangkan ujub, mendorong banyak beristighfar, bertaubat, berserah diri, dan pasrah menerima qadha’ dan qadar.

Termasuk rahsia di sebalik dosa adalah dapat semakin meyakinkan makna dan kebenaran sifat-sifat mulia Allah.

 

Seperti Itulah Anda Diciptakan

(La Tahzan . DR. Aidh Al- Qarni. Hal 385)

Dalam sebuah hadits disebutkan:”Setiap sesuatu itu dimudahkan berdasarkan (untuk apa) ia diciptakan.” Ketika merujuk pada hadits di atas, akan timbul pertanyaan: Mengapa bakat-bakat dan sifat-sifat itu terabaikan dan terlantarkan? Ketika Allah menghendaki sesuatu maka Dia juga akan mempersiapkan sebab-sebabnya. Orang yang paling merana jiwanya dan paling kotor fikirannya adalah orang yang ingin menjadi bukan dirinya sendirinya.  Sedang orang yang cerdik adalah orang yang selalu mempelajari dirinya dan selalu menambah kekurangannya.  Bila memang diciptakan pandai menyopir maka ia akan menerima pekerjaan sebagai sopir, dan memang bila diciptakan untuk menjadi penjaga maka ia akan menerima pekerjaannya sebagai penjaga.  Sebagai contoh adalah Sibawaih yang dikenal sebagai pakar dalam ilmu Nahu.  Dia pernah belajar hadits, namun sama sekali tidak mampu dan daya tangkapnya sangat rendah.  Kemudian dia pun belajar ilmu Nahu, dan ternyata dia sangat cerdas menangkap disiplin ilmu ini, bahkan kemudian menciptakan teori-teori baru dalam Nahu.

            Seorang yang bijak pernah berkata,”Orang yang menginginkan pekerjaan yang bukan bidangnya ibarat orang yang menanam kurma di Ghuthah, Damaskus, dan yang menanam pohon limau di Hijaz.” Hassan bin Tsabit tidak dikenal bagus dalam adzan sebab dia memang bukan Bilal, Khalid bin Walid tidak pintar membahagi warisan sebab dia bukan Zaid bin Tsabit.

            Para ahli pendidikan mengingatkan: Batasi posisimu.

            Dalam perang itu ada pahlawan-pahlawan yang diciptakan untuknya

            Dan bait-bait syair itu ada penyair dan penulisnya.

 

Jangan Bersedih Kerana Tertimpa Kesulitan

(La Tahzan.  DR Aidh Al-Qarni. Hal 112)

 

Kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya, akan menguatkan hati, menghapuskan dosa,menghancurkan rasa ujub,dan menguburkan rasa sombong.  Kesulitan-kesulitan itu akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang shaleh, sebuah penyerahan diri Kepada Dzat Yang Esa, sebuah peringatan dini, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir, sebuah upaya untuk menjaga hati dengan bersabar, sebuah persiapan untuk menghadapi Sang Tuan, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengan-Nya.  Kerana kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar.

 

Do’a Orang-Orang Yang Dizhalimi

(La Tahzan.  Dr. Aidh Al-Qarni.  Hal 313)

Ibrahim At-Tamimi pernah berkata:”Jika seseorang menzhalimiku maka aku akan mengasihinya.”

Di Khurasan, ada seorang shaleh yang pernah kecurian wang dinarnya.  Ia hanya boleh menangis kerana kehilangan itu.  Al-Fudhail kemudian bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Orang itu menjawab,”Aku ingat bahawa nanti di hari Kiamat, Allah akan mengumpulkan aku dengan pencuri itu.  Aku kasihan padanya.”

Ada seseorang pernah mencela ulama salaf.  Tapi ulama ini malah memberinya hadiah berupa kurma. Katanya,”Kerana dia telah melakukan kebaikan terhadapku.”