Dipetik dari ‘Cambuk Hati’, Shaykh Dr ‘Aidh Al Qarni

Beberapa Nasihat Yahya Bin Mu’adz

Dalam diri anak Adam terdapat seribu anggota keburukan. Semuanya berada dalam genggaman setan dan bergantung padanya. Untuk itu, apabila seseorang melaparkan perutnya, mengeringkan kerongkongnya dan menjinakkan hawa nafsunya, menjadi keringlah tiap anggotanya kerana terbakar api kelaparan dan setan pun lari dari naungannya. Akan tetapi apabila ia mengenyangkan perutnya dan membiarkan dirinya mengumbar kesenangan syahwatnya, sesungguhnya anggota-anggota tubuhnya menjadi basah dan setan dapat menguasainya.

Apabila seseorang diuji dengan banyak makan, para malaikat menangisinya kerana kasihan kepadanya, barang siapa yang diuji dengan senang makan, maka sesungguhnya dia telah menyalakan api syahwatnya.

Rasa kenyang bagaikan sungai dalam tubuh manusia yang suka didatangi setan dan rasa lapar bagaikan sungai dalam ruh manusia yang suka didatangi oleh para malaikat. Setan kalah oleh orang yang lapar lagi tidur, maka terlebih lagi kalahnya oleh orang lapar yang bangun. Setan memeluk orang kenyang yang bangun, maka terlebih lagi orang kenyang yang tidur. Kalbu muriid (yang menempuh jalan akhirat) yang benar menjerit (meminta tolong) kepada Allah dari (bahaya) makan dan minum.

Berjihadlah melawan hawa nafsu dengan pedang riyadhah (latihan) dan riyadhah itu ada 4 macam : (1). sedikit makan, dengan sedikit makan akan matilah nafsu syahwat; (2). sedikit tidur, dengan sedikit tidur terlahirlah iradah (kehendak) yang jernih; (3). bicara seperlunya, dengan sedikit bicara terlahirlah keselamatan dari bencana; dan (4) sabar menghadapi gangguan yang menyakitkan hati dari semua orang, dengan sabar menanggung gangguan yang menyakitkan, akan terlahirlah kemudahan untuk mencapai tujuan.

Tiada sesuatu pun yang terasa lebih berat bagi seorang hamba, selain sikap penyantun saat sedang emosi dan sabar terhadap gangguan yang menyakitkan. Apabila bergerak dari dalam diri keinginan syahwatnya dan dorongan melakukan dosa-dosa dan bergeloralah darinya keinginan merasakan manisnya kata-kata yang tak berguna, maka terhunuslah pedang sedikit makan dari sarung tahajjud dan sedikit tidur, lalu dipukulkan dengan tangan-tangan yang dingin dan sedikit bicara sehingga terputuslah ia dari kezaliman dan ingin balas dendam. Selanjutnya Anda selamat dari kesudahannya yang membinasakan, hidup dengan tenang di antara manusia lainnya, dan jernih dari kegelapan nafsu syahwatnya, sehingga Anda selamat dari bencana yang diakibatkan oleh kerosakannya Pada saat itu Anda menjadi bersih bagaikan cahaya dan ringan bagaikan ruh, sehingga Anda dapat berkeliling di medan kebaikan dan berjalan-jalan menempuh jalan-jalan ketaatan bagaikan kuda pilihan yang mengelilingi lapangan atau bagaikan malaikat yang sedang berekreasi di taman yang indah.

Musuh manusia ada 3 iaitu : (1). dunianya, kerananya waspadailah duniawi itu dengan berzuhud terhadapnya, (2). setannya, kerananya waspadailah setan dengan menentangnya, dan (3). hawa nafsunya, kerananya waspadailah hawa nafsu itu dengan meninggalkan keinginan-keinginannya.

Berapa banyak orang yang beristighfar (memohon ampun) dimurkai dan orang yang diam disayangi. Selanjutnya Yahya Bin Mu’adz melanjutkan : “Orang ini meminta ampun kepada Allah, tetapi hatinya durhaka. Orang ini diam, tetapi hatinya berdzikir.” Hakikat cinta ialah tidak bertambah kerana mendekat dan tidak berkurang kerana menjauh.

Hai anak Adam, kamu mencari dunia seperti orang yang harus mendapatkannya dan kamu mencari akhirat seperti orang yang tidak memerlukannya, padahal dunia telah dicukupkan kepadamu sekalipun kamu tidak mencarinya. Akan tetapi, akhirat hanya dapat kamu peroleh dengan usahamu. Oleh kerana itu, fikirkanlah keadaanmu.

Padang di dunia ditempuh dengan kaki dan padang di akhirat ditempuh dengan kalbu.

Agamamu masih tetap tercabik-cabik (tambal sulam) selama hati kamu masih bergantung pada cinta duniawi.

Syurga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai dan kamu membencinya. Neraka dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan dan kamu mencarinya. Oleh kerana itu tiadalah kamu melainkan seperti pesakit yang sakit keras. Jika ia dapat menahan diri terhadap pahitnya ubat, ia akan beroleh kesembuhan dengan kesabarannya. Jika ia tidak mampu menahan diri terhadap ubat yang diberikan, akan bertambah parahlah penyakit yang menggerogotinya.

Janganlah kamu mengambil teman, kecuali yang mempunyai tiga pekerti: (1). yang mengingatkan kamu akan akibat buruk dosa-dosa ; (2). yang mengenalkan kamu akan kotoran hal-hal yang tercela; (3) yang mengajak kamu kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui semua yang ghaib.

Beberapa nasihat lain dari Yahya bin Mu’adz:

Dunia adalah pemimpin orang yang mengejarnya dan pelayan orang yang meninggalkannya. Dunia itu mengejar dan dikejar. Barangsiapa yang mengejarnya, ia akan menolak; dan barangsiapa yang menolaknya, ia akan mengejarnya.

Dunia adalah jambatan akhirat. Oleh karena itu, seberangilah ia dan janganlah kamu menjadikannya sebagai tujuan. Tidaklah berakal orang yang membangun gedung-gedung di atas jambatan.

Dunia adalah mempelai dan orang yang memburunya adalah yang meriasnya dan dengan zuhud akan tercabutlah rambutnya, menjadi hitamlah wajahnya dan tercabik-cabiklah pakaiannya. Barangsiapa yang menceraikan dunia, maka akhirat adalah isterinya. Dunia itu telah diceraikan oleh orang-orang yang cerdik tanpa ada batasan bagi iddahnya untuk selama-lamanya. Oleh kerana itu, tinggalkanlah dunia dan janganlah kamu mengingat-ingatnya, tapi ingatlah akhirat dan jangan sampai kamu melupakannya.

Zuhud melahirkan sifat dermawan terhadap apa yang dimiliki dan cinta melahirkan sifat rela mengorbankan jiwa (nyawa).

Ambillah dari dunia sesuatu yang dapat menjadi bekal untuk akhirat kamu dan janganlah kamu mengambil dari dunia sesuatu yang menghalangi akhirat kamu.

Sesungguhnya dunia itu adalah harta Allah dan makhluk itu adalah hamba-hambaNya. Mereka sehubungan dengan harta ini ada dua golongan iaitu orang-orang yang khianat dan orang-orang yang terpercaya. Apabila harta jatuh ke tangan orang-orang yang khianat, harta itu akan menjadi penyebab kehancuran mereka. Sebaliknya apabila jatuh ke tangan orang-orang yang terpercaya, harta itu akan menjadi penyebab kemuliaan dan keselamatan mereka. Tiada makna bagi harta, melainkan yang berperanan dalam meraih kemuliaan bagi mereka di sisi Allah adalah perbuatan mereka terhadap hartanya. Mereka menunaikan amanat Allah yang ada pada harta mereka, sehingga mereka beroleh manfaat dari hartanya, dan tiada dosa bagi harta melainkan yang dosa hanyalah dirimu saja. Dosa-dosa itu dilakukan hanya melalui anggota tubuh, bukan harta, dan sumbernya adalah anggota tubuh, sedang anggota tubuh adalah milik kamu, dengan melaluinya dilakukanlah dosa-dosa. Perbuatanmu terhadap hartamulah yang menggugurkan kamu dari pandangan Tuhanmu, bukan harta kamu, dan perbuatanmu terhadap hartamulah yang akan menemani kamu ke dalam kubur, bukan harta kamu. Perbuatan kamulah yang akan ditimbang pada hari kiamat nanti, bukan harta kamu.

Barangsiapa yang minat dengan dunia, maka sesungguhnya dia tidak makan lebih dari apa yang telah ditaqdirkan oleh Allah untuknya dan akan menyandang tiga pekerti yang tercela:

1. Kamu lihat dia selamanya tidak bersyukur atas pemberian Allah yang dianugerahkan kepadanya.

2. Dia tidak pernah menshadaqahkan barang sedikit pun dari keduniawian yang telah dikurniakan oleh Allah kepadanya.

3. Dia sibuk dan melelahkan dirinya kerana mengejar apa yang tidak direzekikan oleh Allah untuknya hingga tidak punya kesempatan untuk mengerjakan amal agama.

Ada dua macam musibah yang belum pernah terdengar oleh orang-orang dahulu dan orang-orang kemudian. Hal semisal keduanya akan menimpa seseorang saat kematiannya berkenaan dengan harta bendanya. Ketika ditanyakan, “Apakah kedua musibah itu?”, Yahya bin Mu’adz menjawab, “Semua hartanya diambil darinya dan ia akan ditanya (dihisab) tentangnya.”

Hai orang-orang yang berpredikat “muriid”, jika engkau terpaksa mencari dunia, carilah ia, tetapi janganlah engkau mencintainya. Pekerjakanlah tubuhmu untuknya, tetapi gantungkanlah hatimu pada selainnya, kerana sesungguhnya dunia itu adalah negeri transit, bukan negeri tempat menetap. Bekal memang darinya, tetapi tempat menetap berada di yang lain (akhirat).

Termasuk petanda kuatnya keyakinan ialah bila kamu meninggalkan sesuatu yang terlihat (dunia) untuk sesuatu yang tidak terlihat (akhirat).

Barang siapa yang menyukai perhiasan dunia dan akhirat, maka hendaklah ia menekuni ilmu. Barangsiapa yang ingin mengenal zuhud, maka hendaklah ia menekuni hikmah. Barangsiapa yang ingin mengenal akhlaq yang mulia hendaklah ia menekuni berbagai cabang etika. Barangsiapa yang ingin dikuatkan sarana penghidupannya, maka hendaklah ia memperbanyak saudara. Barangsiapa yang ingin tidak disakiti, janganlah (ia) menyakiti orang lain. Barangsiapa yang ingin mendapat kedudukan tinggi di dunia dan akhirat, hendaklah ia bertaqwa. Barangsiapa yang berkhianat kepada Allah dengan sembunyi-sembunyi nescaya Allah akan membuka rahsianya dengan terang-terangan.

Yahya bin Mu’adz berkata, “Aku tidak menganjurkan kamu meninggalkan keduniawian, tetapi aku menganjurkan kamu untuk meninggalkan dosa-dosa. Meninggalkan keduniawian adalah suatu keutamaan dan meninggalkan dosa-dosa adalah suatu keharusan. Kamu lebih perlu menegakkan hal-hal yang difardhukan daripada melakukan kebaikan dan keutamaan beramal.

Dunia adalah khamrnya setan. Barangsiapa yang mabuk kerananya, ia tidak bakal sedar, kecuali bila telah berada di antara golongan orang-orang yang mati dalam keadaan menyesal, lagi dihimpunkan bersama dengan orang-orang yang merugi.

Apabila Alah menyukai seorang hamba, diberi Nyalah ia cubaan. Jika ia sabar, Allah pun akan memilihnya, dan jika ia redha, Allahpun akan mendekatkannya. Sebaliknya jika ia mengeluh (menggerutu), Allah akan membuangnya dan menjauhkannya.

Padang di dunia ditempuh dengan jalan kaki dan padang di akhirat ditempuh dengan hati.
Hai Anak Adam, agamamu masih tetap terkoyak selama (hatimu) masih dibebani oleh cinta keduniawian.

Barang siapa tidak redha kepada Allah kerana larangan-Nya pastilah ia tidak akan selamat dari larangan-Nya.

Mereka mengharungi lautan cubaan dengan berenang hingga sampailah mereka ke pantai anugerah. Mereka juga mengharungi lautan anugerah dengan berenang hingga sampailah mereka kepada Tuhan semua makhluk.

Barang siapa yang memusatkan hatinya kepada Allah nescaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya.

Kesimpulan dari semua urusan terletak pada dua perkara, iaitu tenangnya hati dengan rezeki dari arah ini (dunia) dan bersungguh-sungguh dalam mencari rezeki untuk bekal ke arah itu (akhirat)

Tinggalkanlah dunia sebelum engkau ditinggalkan (olehnya) dan mohonlah redha Allah sebelum engkau bersua dengan-Nya. Makmurkanlah rumah yang engkau tempati dengan ketaatan kepada Allah sebelum engkau beralih kepadanya (liang kubur).

Barangsiapa yang kalbunya selalu disertai dengan kebaikan, nescaya keburukan tidak akan dapat membahayakannya. Barangsiapa yang selalu disertai dengan keburukan, niscaya kebaikannya tidak akan berguna baginya.

Musibah paling besar yang menimpa orang bijak adalah bila sehari yang dilaluinya tidak menyebabkan ia mendapatkan hadiah dari Tuhannya iaitu hikmah yang baru. Ambillah dari dunia sesuatu yang yang dapat menjadi bekal untuk akhirat mu dan janganlah kamu mengambil dari dunia sesuatu yang menghalangi akhirat kamu.

Kesempurnaan ampunan terletak pada 3 hal, iaitu: (1). penerimaan yang baik, (2) ilmu yang dihafal dan (3) mendermakan kurnia. Pengertian dari “penerimaan yang baik” adalah engkau mendengar (pengajian) dengan niat mengambil faedah dan menghidupkan daya nalarmu. Jangan sampai engkau “sok tahu” tentang apa yang kamu dengar, kerana sikap ini termasuk dalam sifat yang sombong dan merosak amal.

Petanda orang yang bertaqwa kepada Allah iaitu ada 3: (1) memprioritikan(mengutamakan) redha-Nya, (2) selalu bertaqwa kepada-Nya, (3) menentang hawa nafsunya. Dengan kata lain redha Allah di atas kepuasan hawa nafsunya. Ia selalu menemani ketaqwaannya, tidak pernah beranjak darinya, baik dalam keadaan suka mahupun duka, sedih mahupun gembira, senang mahupun marah. Ia selalu menentang hawa nafsu yang menjauhkannya dari Allah dan merugikan pahala dari-Nya.

Wahai orang-orang yang ingin menempuh jalan akhirat dan kebenaran wahai orang-orang yang menempuh amal ibadah dan kezuhudan, ketahuilah: Barangsiapa yang tidak memperbaiki akalnya, maka ia tidak dapat menyembah Tuhannya dengan baik, Barangsiapa yang tidak mengetahui penyakit amal, maka dia tidak dapat menghindarkan diri darinya,

Barangsiapa yang tidak benar perhatiannya dalam mencari sesuatu, maka dia tidak akan dapat memanfaatkanya bila mendapatkannya.

Ketahuilah bahawa ilmu itu tidak dikehendaki untuk diketahui saja, melainkan dikehendaki untuk diketahui dan diamalkan, kerana pahala amal itu dapat diraih berdasarkan pengalaman, bukan kerana ilmu semata. Tidakkah engkau lihat bahawa ilmu itu apabila tidak diamalkan, maka akan berubah menjadi bencana dan senjata makan tuan?

Barangsiapa yang mencari Nya bukan melalui jalan berharap dan takut, bukan dengan rindu dan cinta (kepadaNya), nescaya dia akan kebingungan dalam mencari-Nya, kacau dalam amalnya, tidak akan menemukan nikmatnya ibadah, dan tidak dapat menempuh jalan kezuhudan. Oleh kerana itu, bertaqwalah kepada Allah yang hanya kepadaNya engkau kembali.

Perhatikanlah, jangan sampai engkau termasuk oang-orang yang dikenal oleh para tetangga dan saudara-saudara engkau sebagai ahli kebaikan, seorang sufi, ahli zuhud, lagi ahli ibadah, padahal keadaaannya di sisi Allah kebalikan dari semua itu, kerana sesungguhnya Allah memberi engkau balasan hanya menurut apa yang Dia ketahui darimu, bukan menurut apa yang diketahui oleh manusia.

Janganlah engkau termasuk orang yang suka dengan kebaikan yang terlihat orang, yang sebenarnya hanya untuk makhluk, padahal tidak ada pahala baginya, bahkan mendapat siksa.

Manusia itu ada 3 macam iaitu:(1). seseorang yang disibukkan oleh hari berpulangnya hingga lupa akan penghidupannya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang shalih, (2). seseorang yang disibukkan oleh penghidupannya untuk hari berpulangnya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang yang beruntung, (3). seseorang yang disibukkan oleh penghidupannya sehingga lupa kepada hari berpulangnya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang yang binasa.

Ubat penawar hati ada lima macam: (1). membaca Al Qur’am dengan menafakuri maknanya, (2). mengosongkan perut (puasa), (3) qiyamul lail, (4) berdoa dengan merendahkan diri pada waktu sahur dan (5) berteman dengan orang-orang sholih.

Janganlah kamu mengambil teman kecuali yang mempunyai 3 pekerti iaitu: (1) yang mengingatkanmu akan akibat buruk dosa-dosa, (2) yang mengenalkanmu akan kotoran hal-hal yang tercela, (3) yang mengajakmu kepada Tuhan yang Maha Mengetahui semua yang ghaib.

Orang yang jagoan dalam agama adalah orang yang menyandang tiga pekerti sebagai berikut: (1) memelihara lisan, ertinya tidak bicara kecuali yang berkenaan dengan apa yang berguna baginya; (2) menguasai kendalinya, ertinya bila berada di lapangan amal, ia menahan kendali kehendaknya bila yang dimaksudkan untuk selain Allah dan melepaskannya bila untuk Allah, (3) benar keterangannya, ertinya apabila dia mengetahui sesuatu, ia mengamalkannya.

Ada 3 hal yang membuat bahagia iaitu (1) mata yang menangis, (2) kepala yang tunduk (3) telinga yang mendengar.

Sebaik-baik perkara adalah kalam yang benar, lisan yang fasih dengan wajah yang cerah dan kata-kata yang lembut yang keluar dari lautan ilmu yang dalam melalui lisan seseorang yang berperangai lembut.

Kalam yang baik adalah baik dan yang lebih baik daripada kalam adalah maknanya, dan yang lebih baik daripada maknanya adalah pengamalannya, dan yang lebih baik daripada pengamalannya adalah pahalanya, dan yang lebih baik daripada pahalanya adalah keredhaan dari Tuhan yang amal itu dikerjakan keranaNya.

Kesenangan cinta,
adalah kerana ingin tetap bersama,
dengan yang dicintainya
Kami merasa hairan dengan orang yang selalu mencela
orang yang sedang dimabuk cinta
padahal selama hidupku
aku hanya cinta kepada Allah
dan merindukanNya
Aku duduk dan aku berdiri
hanya kerana Dia sepanjang hidupku
Jiwa orang yang cinta
selalu memerhatikan yang dicintainya
dan hatinya terasa hancur kerana kecintaannya
Kebanggaan orang yang dimabuk cinta
ialah apabila malam hari yang dilaluinya
hanya bersama dengan orang yang dicintainya
tempat ia mengadu dan mencurahkan isi hatinya
Dia berdiri di mihrab mengadukan kesusahannya
sedang hatinya penuh gelora cinta kepadanya.
Aku mati kerana penyakitku
yang tidak kutemukan ubat untuknya
dan pula tidak ada jalan keluar
dari musibah yang menimpaku
Apabila penyakit seorang hamba
adalah cinta kepada yang merajainya
maka tiada seorang tabib pun
yang dapat mengubatinya selain Dia.

Sumber : Cambuk Hati, Dr Aidh bin Abdullah Al Qarni, IBS, Bandung, 2004

http://read4truth.blogspot.com