Dipetik dari buku ‘La Tahzan’, oleh Dr ‘Aidh Al Qarni

  Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu petang tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kelmarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda!

  Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik di antara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

  Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan segala perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualiti shalat yang paling khusyu’, bacaan Al Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian kepada kesihatan jiwa raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.
Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membahagi waktu dengan baik. Jadikanlah setiap minitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda dengan penuh keredhaan.

  “Maka berpegang teguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur” (QS Al A’raf: 144)

  Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan , kedengkian dan kebencian.

  Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tuliskan di atas meja kerja Anda). Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kelmarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?

  Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kelmarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?

  Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat, maka Anda akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi dan mensucikan setiap amalan.

  Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. TIdak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, mengherdik dan juga menburukkan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan bilik agar tidak serabut dan berantakan. Dan kerena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memerhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”

  Kerana hanya akan hidup hari ini maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan sholat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunnah nafilah, berpegang teguh pada Al Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.

  Aku hanya akan hidup hari ini, kerananya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.

  Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan menghulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantar jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil dan berbakti kepada orang tua.

  Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali.”

  “Wahai masa depan, engkau masih dalam keghaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, kerana esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan”

  “Hari ini adalah milik Anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

  “Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kelmarin maka ia merugi, barangsiapa yang hari ini sama dengan yang kelmarin maka ia celaka, dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka ia beruntung”

  Sumber : La Tahzan, ‘Aidh Al Qarni, Qisthi Press, 2005)