9. Kisah Nabi Ishaq.a.s

.

Ishaq adalah anak dari isteri pertama nabi Ibrahim, Sarah. Ketika mengandung, Sarah sudah sangat lanjut usia. Saat itu ia diperkirakan telah berusia 90 tahun dan Ibrahim berumur 100 tahun. Kerananya ia sangat hairan, bagaimana mungkin dalam usia selanjut itu masih hamil. Berita tersebut sekaligus menjadi pelipur lara Ibrahim yang baru mendengar khabar sedih tentang perilaku orang-orang Sodom dan Amurah pada nabi Lut.

Ternyata Ishak lahir dengan sihat. Tak banyak terkisahkan riwayat hidup Ishaq ini. Yang pasti ia banyak menemani ayahnya untuk berdakwah di daerah Kana’an dan Sam – Palestin. Ia kemudian menikahi Rifqah, cucu saudara Ibrahim bernama Nahur. Dari penikahannya itu, mereka dikurniakan dua anak yakni Ishu dan Ya’kub. Ya’kub kemudian menjadi rasul pula. Orang-orang Yahudi sekarang adalah keturunan Ya’kub. Mereka menyebut nama datuk moyangnya tersebut “Israel” – nama yang kini diabadikan sebagai nama negara oleh orang-orang Yahudi.

“Dan isterinya pada ketika itu berdiri, lalu ia ketawa, maka Kami pun memberikan berita yang mengembirakan kepadanya (melalui malaikat itu), bahawa ia akan mendapat seorang anak iaitu Ishak, dan sesudah Ishak, (ia pula akan mendapat seorang cucu)  Yaakub.” Surah Huud : Ayat 71

“Maka apabila ia berhijrah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah yang lain dari Allah Kami kurniakan kepadanya Ishak (anaknya), dan Yaakub (cucunya); dan kedua-duanya Kami jadikan berpangkat Nabi.” Surah Maryam : Ayat 49

“Dan Kami pula berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh (seorang anak) Ishak, yang akan menjadi Nabi, yang terhitung dari orang-orang yang soleh. Dan Kami limpahi berkat kepadanya dan kepada Ishak; dan di antara zuriat keturunan keduanya ada yang mengerjakan kebaikan, dan ada pula yang berlaku zalim dengan nyata, terhadap dirinya sendiri.” Surah As Shaaffaat : Ayat 112 – 113

Al-Qur’an al-Karim hanya menyebutkan sekilas tentang kisah Nabi Ishaq. Kelahiran nabi ini membawa suatu kejadian yang luar biasa di mana para malaikat menyampaikan berita gembira tentang kelahirannya. Kelahirannya terjadi setelah beberapa tahun dari kelahirannya Nabi Ismail, saudaranya. Hati Sarah sangat senang dengan kelahiran Ishak dan kelahiran puteranya Yakub as. Tetapi kita tidak mengetahui bagaimana kehidupan Nabi Ishaq dan bagaimana kaumnya bersikap padanya. Yang kita ketahui hanya, bahawa Allah s.w.t memujinya sebagai seorang nabi dari orang-orang yang soleh.