Salaam alaikum w.b.t…. Pernikahan adalah satu sunnah nabi dan merupakan antara fitrah manusia yang memerlukan kepada pasangan. Setiap makhluk ALlah diciptakan berpasangan termasuklah manusia. Oleh kerana itu manusia perlukan kepada pasangan masing-masing untuk saling melengkapi. Jika tidak, hidupnya masih tidak lengkap , tidak teratur dan banyak kekurangan.

Dan pernikahan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah sepertimana yang difirmankan olehNya yang bermaksud, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Ruum: 21)

Apa itu mawaddah dan rahmah?

Mawaddah dan rahmah ini muncul kerana di dalam pernikahan ada faktor-faktor yang dapat menumbuhkan dua perasaan tersebut. Dengan adanya seorang isteri, suami dapat merasakan kesenangan dan kenikmatan, serta mendapatkan manfaat dengan adanya anak dan mendidik mereka. Di samping itu, ia merasakan ketenangan, kedekatan dan kecenderungan kepada isterinya. Sehingga secara umum tidak didapatkan mawaddah dan rahmah di antara sesama manusia sebagaimana mawaddah dan rahmah yang ada di antara suami isteri. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 639)

Al-Hasan Al-Bashri, Mujahid, dan ‘Ikrimah rahimuhumullah berkata: “Mawaddah adalah ibarat/kiasan dari nikah (jima‘) sedangkan rahmah adalah ibarat/kiasan dari anak.” Adapula yang berpendapat, mawaddah adalah cinta seorang suami kepada isterinya, sedangkan rahmah adalah kasih sayang suami kepada isterinya agar isterinya tidak ditimpa keburukan. (Ruhul Ma’ani 11/265, Fathul Qadir 4/263)
Lagi

Advertisements