SEJARAH TAFSIR DAN PERKEMBANGANNYA

2 Komen


????????? Secara etimologi tafsir bisa berarti: ?الايضاح والبيان? (penjelasan), الكشف (pengungkapan) dan ?كشف المراد عن اللفظ المشكل ?(menjabarkan kata yang samar ). [1] Adapun secara terminologi tafsir adalah penjelasan terhadap Kalamullah atau menjelaskan lafadz-lafadz al-Qur?an dan pemahamannya. [2]

????????? Ilmu tafsir merupakan ilmu yang paling mulia dan paling tinggi kedudukannya, karena pembahasannya berkaitan dengan Kalamullah yang merupakan petunjuk dan pembeda dari yang haq dan bathil. Ilmu tafsir telah dikenal sejak zaman Rasulullah dan berkembang hingga di zaman modern sekarang ini. Adapun perkembangan ilmu tafsir dibagi menjadi empat? periode yaitu :

Lagi

Advertisements

Kronologi Penulisan AL QUR’AN

11 Komen


Pertama: Penulisan Al Qur’an di masa Rasulullah saw.

Atas perintah Nabi saw., Al Qur’an ditulis oleh penulis-penulis wahyu di atas pelepah kurma, kulit binatang, tulang dan batu. Semuanya ditulis teratur seperti yang Allah wahyukan dan belum terhimpun dalam satu mushaf. Di samping itu ada beberapa sahabat yang menulis sendiri beberapa juz dan surat yang mereka hafal dari Rasulullah saw.

Lagi

Indahnya Hidup di Bawah Naungan Al-Quran

1 Komen


Oleh : Syaikh Manna’ Khalil al-Qaththan

Dan barangsiapa berpaling dari adz-Dzikr-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunnya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaha, 20:124)

  Lagi

Cara Memahami Nash Al Qur’an

Tinggalkan komen


1. Memahami Ayat dengan Ayat

Menafsirkan satu ayat Qur’an dengan ayat Qur’an yang lain, adalah jenis penafsiran yang paling tinggi. Kerana ada sebahagian ayat Qur’an itu yang menafsirkan (baca, menerangkan) makna ayat-ayat yang lain. Contohnya ayat :

“Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak pernah merasa cemas dan tidak pula merasa bersedih hati.” (Yunus : 62)

Lafadz auliya’ (wali-wali), diterangkan/ditafsirkan dengan ayat berikutnya yang ertinya : “Iaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus : 63)

Lagi

Pengertian al-Qur’an

33 Komen


Secara Bahasa (Etimologi)

Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (قرأ) yang bermakna Talaa (تلا) [keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (قرأ قرءا وقرآنا) sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (غفر غفرا وغفرانا). Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.*

Lagi

Kepentingan Kisah Dalam al-Qur’an

4 Komen


Definisi

Secara bahasa kata al-Qashash dan al-Qushsh maknanya mengikuti atsar (jejak/bekas). Sedangkan secara istilah maknanya adalah informasi mengenai suatu kejadian/perkara yang berperiodik di mana satu sama lainnya saling sambung-menyambung (berangkai).

Kisah-kisah dalam al-Qur’an merupakan kisah paling benar sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ta’ala, “Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya dari pada Allah.?” (QS.an-Nisa’/4:87). Hal ini, kerana kesesuaiannya dengan realiti sangatlah sempurna.

Lagi

Turunnya Al-Qur’an Secara Ibtida’I dan Sababi

Tinggalkan komen


Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Turunnya Al-Qur’an dibahagi menjadi dua macam :

1. Secara ibtida’I; iaitu ayat Al-Qur’an yang turun tanpa didahului oleh suatu sebab yang melatarbelakanginya. Dan majoriti ayat-ayat Al-Qur’an turun secara ibtida’I, diantaranya firman Allah ta’ala :

وَمِنْهُمْ مّنْ عَاهَدَ اللّهَ لَئِنْ آتَانَا مِن فَضْلِهِ لَنَصّدّقَنّ وَلَنَكُونَنّ مِنَ الصّالِحِينَ

”Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah; sesungguhnya Allah memberikan sebahagian kurnia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bershadaqah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih” (QS. At-Taubah : 75).

Lagi

Older Entries